Kamis, 17 Januari 2013

PERADABAN ARAB SEBELUM ISLAM



Nah kali ini saya akan membahas tentang sejarah peradaban arab sebelum islam. yang terdiri dari beberapa aspek sebagai berikut : 

A. ASPEK SOSIAL
Bangsa Arab adalah salah satu dari bangsa Smith, yang mendiami daratan yangdinisbahkan kepada bangsa mereka, yaitu jazirah Arab. Mereka terdiri dari tiga bagian:
a.Suku Arab Kuno (al-‘Arab al-Badi’ah)Suku ini merupakan bangsa Arab paling kuno yang saat ini telah punah. Sejarah sukuini telah diketahui dari kitab-kitab samawi yang terkenal, di antaranya adalah ‘Ad-Tsamud, Tasm, Judais, dan Jurham.
b.Suku Arab Lestari (al-‘Arab al-Baqiyah )1)Arab Aribah (Arab Asli) : Mereka dari kelompok Quthan, dan tanah air merekayaitu Yaman. Di antara kabilah-kabilah yang terkenal, yaitu Jurham, Ya’rab, dandari Ya’rab ini keluarlah suku-suku Kahlam dan Himyar.
c.Arab Musta’rabah (Arab Pendatang) : Mereka ini adalah kebanyakan dari penduduk Arab, dari dusun sampai ke kota, yaitu mereka yang mendiami bahagiantengah jazirah Arab dan Negeri Hijaz sampai ke lembah Syam. Dinamakan ArabMusta’rabah karena waktu itu Jurham dari suku Qathan mendiami Mekah, danmereka tinggal bersama Nabi Ibrahim AS serta ibunya, di mana kemudian Ibrahimmengawini wanita mereka, dan kemudian Ibrahim dan anak-anaknya belajar  bahasa Arab.
Dari merekalah lahir bermacam-macam kaum dan suku Arab,termasuk kaum Quraisy, yang tumbuh dari induk suku Adnan.
Perlu diketahui bahwa bila dilihat dari asal-usul keturunan, penduduk jazirah Arab dapatdibagi menjadi dua golongan besar, yaitu Qatahan dan Adnan (keturunan Ismail ibn Ibrahim).Suku Adnan menempati wilayah utara Jazirah sedangkan Suku Qathan menepati wilayahselatan jazirah Arab. Akan tetapi kedua golongan itu membaur karena perpindahan- perpindahan dari utara ke selatan atau sebaliknya.
 Pada aspek ini, berdasarkan tempat tinggalnya, bangsa Arab ada yang tinggal di pedalaman dan ada pula yang tinggal di kota.

Penduduk pedalaman tidak mempunyai tempat tinggal atau perkampungan tetap. Contohnya suku Badui yang mempunyai gaya hidup pedesaan dan nomadik, berpindah dari satu daerah ke daerah lain guna mencari air dan padang rumput untuk binatang penggembalaan mereka, seperti kambing dan onta. Mereka sangat menekankan hubunngan kesukuan, sehingga kesetiaan dan solidaritas kelompok menjadi sumber kekuatan bagi suatu kabilah atau suku. Mereka suka berperang. Karena itu, peperangan antarsuku sering sekali terjadi. Sikap ini tampaknya telah menjadi tabiat bangsaArab ketika itu. Dalam masyarakat suka berperang tersebut, nilai wanita menjadi sangatrendah. Situasi ini terus berlanjut hingga agama Islam lahir. Akibatnya, kebudayaan merekatidak berkembang. Karena itulah bahan-bahan sejarah arab pra-Islam sangatlah langka.
 Menurut Ahmad Syalabi, sejarah mereka dapat diketahui dari masa kira-kira 150 tahunmenjelang lahirnya Islam. Sejarah mereka ini juga dapat diketahui dengan perantaraan syair-syair atau cerita-cerita yang diterima dari perawi-perawi.
Sebaliknya, penduduk kota mempunyai tempat tinggal mutlak di kota-kota dan mata pencaharian mereka ialah bertani, berdagang dan berternak. Mereka biasanya memilikikecakapan dagang yang baik, dan cara bertani dan berternak yang cukup maju.
 Adapun sifat dan watak bangsa Arab Pra-Islam antara lain:
a.Sifat watak yang terpuji
1)Pemberani, sikap yang menonjol pada bangsa Arab yang suka mengembara untuk menghadapi tantangan hidup.
2)Suka hidup bebas, ini merupakan kebiasaan suku badui sejak dahulu berkelana untuk mencaritempat yang subur dan ramai.
3)Memenuhi Janji, mereka menganggap janji sebagai hutang. Oleh karena itu mereka selalmemenuhinya. Apabila janji itu teringkari, mereka akan membunuh anaknyha atau membakar rumah mereka sendiri.
4)Pantang mundur, dalam hal peperangan mereka akan menghalau lawan yang kerapmenghalanginya
.5)Suka Menolong, rasa senasib dan solidaritas sangat kuat dalam satu suku ialah faktor hal ini

 b.Sifat watak yang tercela:
1)Menyembah berhala, sudah menjadi tradisi arab jahiliah. Konon ada 360 berhala mengelilingiKa’bah danmereka juga meletakkan berhala-berhala di bukit Safa dan Marwah.
2)Mengubur anak perempuan hidup-hidup, mereka merasa bersalah apabila melahirkan anak  perempuan. Karena perempuan lemah dan tidak mampu berperang.
3)Mengawini perempuan bekas istri ayahnya, apabila ayah meninggal, maka istri dari ayah tersebuttermasuk ibu kandung dapat menjadi warisan untuk putranya, termsasuk mengawininya. Biasanyasang ayah memiliki istri lebih dari satu.
4)Berpesta pora dan mabuk-mabukan., termasuk meminum khamr.Karena watak tercela inilah,
sebelum Islam lahir, penghuni Jazirah Arab dikenal denganmasyarakat Jahiliyah. Kata itu berakar dari kata Jahl yang berarti bodoh, lawan dari kata‘Ilm, yang berati pandai dan mengetahui.

B. ASPEK POLITIK 
Orang-orang Arab di zaman Jahiliyah tidak mempunyai semacam pemerintahan sepertiterkenal sekarang. Mereka hanya mempunyai pimpinan yang mengurus hal-hal mereka dalamkeadaan perang dan damai.
Bangsa Arab di sekitar Mekah, khususnya suku bangsa Quraisy,mengembangkan sistem pemerintahan Oligarki yang membagi kekuasaan berdasarkan bidangtertentu. Seperti kepengurusan dalam bidang agama, kemiliteran, perekonomian, dsb.
Ada beberapa kerajaan pada masa arab pra-Islam yang berdiri yang berdasarkan sifat dan bentuknya ada dua macam :
a.Kerajaan bermahkota, tetapi tunduk pada kerajaan lain (mendapat otonomi dalamnegeri).
b.Kerajaan tidak bermahkota, tetapi mempunyai kemerdekaan penuh, ini lebih tepat disebut induk Suku dengan Kepalanya. Ia mempunyai apa yang dipunyai olehkerajaan yang sebenarnya.
Sering terjadi perang antarkaum, antarkabilah, antarsuku. Kadang-kadang ada perangyang sampai puluhan tahun, seperti:
a.Perang Busus : perang ini terjadi antara Kabilah Bakar dengan Kabilah Taghib selama 40tahun, hanya karenas selisih mengenai seekor unta. 
b.Perang Dahis : perang ini terjadi antara pimpinan Suku al-Ghubara dan Suku Dahis, jugaselama 40 tahun, hanya lantaran beberapa perselisishan kecil.
c.Perasng Fujar : perang ini terjadi kira-kira 268 tahun sebelum Nabi Muhammad diutusmenjadi Rasul.
Perang terjadi antara beberapa kabilah dan suku, ganti berganti. Terjadinya selama bulanharam, dalam masa mana berlangsug Pasar Ukaz. Soalnya juga kecil yaitu soal seekor untayang disembelih.
C. ASPEK EKONOMI
Salah satu sapek penting perekonomian Arab pra-Islam ialah perdagangan dan pertanian.
a.Perdagangan
Bangsa Arab dikenal sebagai pedagang yang giat bekerja. Mereka berdagang hingga kenegeri-negeri di luar Jazirah Arab, seperti Syam, Yaman, Habasyah, mesir, dan Sudan.
Kemajuan perdangan bangsa Arab pra-Islam dimungkinkan ialah pertanian yang telah maju.Kemajuan tersebut ditandai dengan kegiatan ekspor-impor yang mereka lakukan. Yangmereka ekspor ialah dupa, kemenyan, kayu gaharu, minyak wangi, kulit binatang, buahkismis, anggur, dan barang dagangan lainnya. Yang diimpor ialah kayu untuk bahan bangunan, bulu burung unta, budak, batu manusia, pakaian, dsb.
Dalam menjalankan usaha dagangnya, bangsa Arab menggunakan beberapa cara berikut ini
1)Kerja sama dengan cara bagi hasil, kerja sama ini dilakukan oleh dua pihak. Satu pihak adalah pemilik dagangan, sedangkan yang lain adalah yang menjalankandagangannya. Keuntungannya dibagi dua
2)Berdagang dengan berombongan (Kafilah), beberapa pedagang berkumpulmembentuk kafilah, mereka dikawal oleh beberapa tentara untuk menjagakesalamatan dalam perjalanan ke daerah tujuan untuk berdagang.
3)Mengatur waktu perjalanan, supaya mendapat keuntungan yang besar, biasanya bangsa arab menentukan hari yang tepat untuk berdagang. Misalkan mereka berdagang pada musim panas dan musim dingin. Pada musim panas, mereka berdagang ke Syam. Pada musim dingin mereka berdagang ke Yaman.Mekah bukan saja merupakan pusat perdagangan lokal melainkan sudah menjadi jalur  perdagangan dunia yang penting saat itu, yang menghubungkan antara utara (Syam), timur (Persia), dan barat (Mesir dan Abessinia).
Dagang yang paling ramai di Mekkah sendiriyaitu selama musim “Pasar Ukaz”, yaitu dalam bulan-bulan Zulqaidah, Zulhijjah, dan Muharram.
Para pedagang tersebut menjual komoditas itu kepada konglomerat, pejabat, tentara, dankeluarga penguasa. Karena komoditas tersebut mahal, terutama barang-barang impor yangharus dikenai pajak yang sangat tinggi. Alat pembayarannya koin perak, emas, atau logammulia lain yang ditiru dari mata uang persia dan romawi. Beberapa koin tersebut masihdisimpan di timur tengah.

b.Pertanian
Pertanian juga merupakan aspek perekonomian penting bagi Bangsa Arab. Penghasilanmereka masing-masing berbeda-beda. Misalanya daerah tepian atau desa-desanyamenghasilkan kurma, anggur, kapas, sayur-mayur, dan sebagainya.
Peralatan pertanian yang digunakan ialah semi modern, misalnya cangkul, bajak garu,dan tongkat kayu untuk menanam. Penggunaan hewan ternak seperti unta, keledai, dan sapi
jantan sebagai penarik bajak dan garuserta pembawa tempat air juga sudah dikenal. Demikian pula sistem irigasi telah mereka praktekkan. Mereka juga menggunakan pupuk alami untuk menyuburkan tanah, seperti pupuk kandang, kotoran manusia, dan binatang tanah sepertirayap dan cacing.
Ada tiga sistem pertanian yang digunakan oleh para pemilik ladang atau sawah dalammengelola pertanian pada saat itu:
1)Sistem sewa-menyewa dengan emas atau logam mulia lain, gandum, atau produk  pertanian sebagai alat pembayarannya.
2)Sistem bagi hasil produk, misalnya separuh untuk pemilik dan separuh untuk  penggarap, dengan bibit dan ongkos penggarapan dari pemilik.
3)Sistem pandego, yakni seluruh modal datang dari pemilik, sementara pengairan, pemupukan, dan perawatannya dikerjakan oleh penggarap.Oase juga berperan penting dalam pertanian Arab pra-Islam. Di daerah sekitar oasetinggal beberapa suku bangsa Arab yang telah maju seperti Bani an-Nadir, Khazraj, Aus,Hawazin, Juwainah, dan Quraisy.
Perdagangan dan pertanian yan maju berdampak pada kemajuan kemajuan profesi laindalam perekonomian Arab pra-Islam.
1)Industri rumah, industri yang sangat berkembang karena kebutuhan terhadapnya makin mendesak. Wilayah industrinya yang menonjol ialah di Tihamah, Zamar,wilayah Bani Sabiyah, Himdah, dan kampung Bani Sulaim.
2)Industri pertambangan, terdapat di dataran rendah Yaman, Ma’rib, Zamar, Khaulan,Hajur, dll.3)Industri tekstil, tenun, dan wol.
D.ASPEK KEPERCAYAAN
Sebelum Islam lahir, di Arab telah berkembang berbagai jenis agama, ada yang asliseperti penyembahan berhala atau paganisme dan agama yang berasal dari wilayah lain,seperti Yahudi, Nasrani, Majusi atau Zoroaster.
Menurut Nurcholis Madjid, masyarakatArab telah mengenal agama tauhid semenjak kehadiran Ibrahim AS.
a. Penyembahan berhala atau Paganisme
Penyembahan berhala dilakukan dengan berbagai cara oleh bangsa Arab. Beberapa cara penyembahan berhala itu adalah sebagai berikut.
1)Para penyembah berhala berjalan mengelilingi atau tawaf berhala atau patung. Sambil berkeliling, mereka berdoa untuk meminta pertolongan. Mereka mengelilingi Kakbahyang dipenuhi 360 berhala di sekitarnya sambil bertelanjang.
Ada patung yangterbesar di Kakbah, namanya Hubal. Mereka berhenti apabila berhala tersebut telahmemberi tanda bahwa permintaan mereka dikabulkan.
2)Para penyembah berhala mempersembahkan hewan kurban di hadapan mereka.Kemudian, mereka mengatakan permintaanya sambil menyebut-nyebut nama berhalatersebut. Mereka meyakini bahwa permintaanya akan cepat terkabul apabila merekamenyembelih hewan kurban.
3)Para penyembah berhala menediakan sesajen di hadapan berhala. Sesajen itu bisa berpa makanan, minuman, atau hasil panen. Sesajen itu ditujukan sebagai ucapanterima kasih kepada berhala karena memberikan keberhasilan dalam kehidupan.
4)Para penyembah berhala memberikan sesajen di tempat-tempat yang dianggapkeramat sebagai penghormatan kepada jin atau roh nenek moyang yang membuattempat itu.
5)Sebagian bangsa Arab memuja malaikat. Mereka meyakini bahwa malaikat adalahanak perempuan Tuhan.
b.Agama Majusi atau Zoroaster
Agama ini merupakan agama Persia kuno. Nama lainnya adalah Mazdaisme. TuhannyaAhura Mazda. Pada awalnya, agamaMajusi mengajarkan penyembahan kepada banyak dewa

Kitab sucinya ialah Avesta dan dilengkapi dengan kitab. Ahura Avesta dilambangkan sebagaiapi yang memberikan cahaya dan menerangi dan penghormatannya dilakukan di hadapan apisuci.
c.Agama Yahudi
Bersumber dari ajaran Nabi Musa. Kitab suci agama Yahudi adalah Taurat. Akan tetapi, pemeluk agama ini menyimpang dari apa yang diajarkan Nabi Musa. Merekamengkhultuskan Uzair sebagai anak Tuhan. Mereka tidak mempercayai kenabian Isa danMuhammad SAW. Padahal, Taurat menyebutkan bahwa sesudah Nabi Musa akan datangnabi-nabi berikutnya. Sebab mereka merasa derajat mereka paling tinggi di dunia.Penganutnya Bani Israil pada saat itu.
d. Agama Nasrani atau Kristen.
Bersumber dari ajaran Nabi Isa. Kitab sucinya adalah Injil atau Al-Kitab. Seperti halnyaYahudi, Kristen juga menyimpang dari ajaran Nabi Isa. Setelah Nabi Isa diangkat oleh AllahSWT, mereka meyakini bahwa Nabi Isa adalah anak Tuhan. Mereka meyakini bahwa Tuhanterdiri dari Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus. Keyakinan itu disebut Trinitas.Mereka juga digolongkan dalam ahlulkitab.Dari sekian agama-agama tersebut diatas, ada juga yang karena ajaran agama Ibrahimmasih berbekas di kalangan bangsa Arab sehingga mereka tidak menyukai menyembah berhala. Mereka ialah Waraqah bin Naufal dan Usman bin Huwairis, yang menganut Kristen,Abdullah Ibnu Jahsy yang ragu-ragu (ketika Islam datang, ia menganutnya tetapi kemudian ia menganut Majusi). Zaid bin Umar tidak tertarik kepada Majusi, tetapi juga enggan menyembah berhala sehingga ia mendirikan agama sendiri dengan menjauhi berhala dan tidak mau memakan bangkai dan darah.
Bekas ajaran Nabi Ibrahim yang masih terasa ialah Penyebutan Allah sebagai Tuhan, dan Ibadah Haji. Secara fisik peninggalan Ibrahim dan Ismail yang masih terpelihara ialah Baitullah atau Kakbah yang berada di pusat kota Mekkah.
E. ASPEK KESUSASTRAAN
Dalam aspek ini, masyarakat Arab pra-Islam sangat maju. Bahasa mereka sangat indahdan kaya. Genre sastra Arab jahiliyah yang paling populer ialah jenis puisi atau syair disamping sedikit amsal (semacam kata pepatah atau kata-kata mutiara), dan pidato yang pendek disampaikan oleh para pujangga, yang disebut prosa liris.
Syair-syair mereka sangat banyak. Dalam lingkungan mereka seorang penyair sangat dihormati. Tiap tahun di Pasar Ukaz diadakan deklamasi sajak yang luas.
Sastra mempunyai arti penting dalam kehidupan bangsa Arab. Mereka mengabadikan peristiwa-peristiwa dalam syair yang diperlombakan setiap tahun di pasar seni Ukaz,Majinnah, dan Zu Majas.
Sastra Arab pra-Islam adalah cerminan langsung bagi kehidupan bangsa Arab tersebut.
Ada dua sistem kesusastraan yang diterapkan masyarakat arab pra-Islam.
a.Khitabah (berpidato) sangat maju, dan inilah satu-satunya publisistik yang amat luaslapangannya. Sebagai penyair, orang-orang Arab sangat fasih berpidato, dengan bahasa yang maha indah dan bersemangat. Ahli pidato mendapat derajat tinggi dalammasyarakat, sama halnya dengan penyair.
b.Majelis al-Adab dan Sauqu Ukaz, telah menjadi kelaziman masyarakat Arab pra-Islam, yaitu mengadakan majelis ini atau
Nadwa
(klub), di tempat mana merekamendeklarasikan sajak, bertanding pidato tukar-menukar berita dan sebagainya.Terkenallah dalam kalangan mereka “Nadi Quraisy” dan “Darun Nadwah” yang berdiri di samping Kakbah. Mereka juga mengadakan aswaq (pekan) dalam waktutertentu. Tiap tiap ada sauq berkumpullah ke sana para saudagar dengan barangdagangannya, penyair dengan sajak-sajaknya, dan ahli pdato dengan khutbah-khutbahnya. Aswaq yang sangat terkenal ialah
Sauqu Ukaz 
atau “Pekan Ukaz” yangdiadakan pada suatu tempat tiada jauh dari kota Mekkah menuju thaf, yakni Pasar Ukaz

sumber : jelajahislami

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar